Email: pgliipusat@gmail.com ✆: 0852 1117 8184 (whatsapp only), ☏ : 021 7252 831
banner

Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Adakan RAPIMNAS dan HUT Ke-47

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM -Rapat Pimpinan Nasional dan HUT ke 47 Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injil Indonesia (PGLII) Rapinas berlangsung di Hotel Paninsulla Selasa 070/08/18.yang dihadiri oleh perwakilan seluruh Indonesia.

Rapinas dan HUT ke-47 tersebut dibuka oleh Menteri Agama yang diwakili oleh Dijen Bimas Kristen Protestan Prof. Dr. Thomas Pentury M.Si. dalam sambutanya Mentri Agama H.Lukman Hakim Saifuddin memgatakan,”Demokrasi kerukunan antar umat beragama ialah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan memiliki nilai-nilai yang sama dan sebanding, maraknya kebangkitan gerakan-gerakan keagamaan untuk memperkokoh pembentukan media yang baik untuk pemahaman dalam demokrasi.

Namun tidak jarang pula kita saksikan agama dan demokrasi berbenturan satu sama lainya,bahkan agama dijadikan sebagai alat memprovokasi bahkan sebagai Justifikasi,Demokdasi sebagai kekuasaan rakyat,oleh rakyat,untuk rakyat,sehingga dalam hal ini rakyatlah berdaulat,agama merupakan sistim kepercayaan jika diperlukan sangat serius dan terlalu bersemangat,batas-batas tersebut akan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan pertentangan berdemokrasi.

Beragama merupakan hak asasi, Keduanya dipertemukan melalui jembatan prinsip kebebasan inilah manusia dapat menjadi merdeka dapat memanusiakan dirinya,Kita juga dituntut mendewasakan sikap mental dengan mengutamakan toleransi,menebarkan cinta kasih, memperkokoh tali persaudaraan, menumbuhkan kedamaian masyarakat sebagai manifestasi subtansi beragama,Kehidupan antar umat beragama tidak akan tercapai secara optimal apabila tudak ada langkah maju antar elemen bangsa.

Kerja sama antar tokoh (umat) agama dan pemerintah (negara) sangat penting Toleransi beragama akan terwujud jika meliputi lima hal,Pertama, menghayati nilai-nilai kebaikan yang berlaku universal, kedua, memperkecil perbedaan yanga ada diantara agama-agama, ketiga, menonjolkan persamaan persamaan yang ada dalam agama-agama, keempat, memupuk rasa persaudaraan, kelima, menghindari sikap panatisme dan radikalisme, hadir sebagai nara sumber diantaranya, pdt Dr. Bambang Widjaya, pdt Dr.Nus Reimas, pdt Dr. Arnold Tindas, pdt. Dr. Yakob Tomakala dan pdt Ibu. Mieno Menajang dan Letjen Purn TNI Dr .HBL Mantiri.

 

Sumber : https://www.mediatransparancy.com/persekutuan-gereja-dan-lembaga-injil-indonesia-pglii-adakan-rapimnas-dan-hut-ke-47/


About PGLII